By | January 29, 2020

Ikuti Standar Akreditasi, UMRI Taja Bimbingan Teknis

umri.ac.idPenyusunan borang akreditasi program studi (Prodi) harus dilakukan sebaik mungkin. Karena, dengan aturan baru yang ditetapkan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), persyaratan mendapat akreditasi sangat baik atau unggul tidak mudah.

“Jika mengacu pada peraturan terkait akreditasi yang baru, ada tiga indikatornya. Yaitu, unggul, sangat baik dan baik. Kalau saat ini proses akreditasi dilakukan, maka Umri yang telah mengantongi Akreditasi B sulit mendapat kategori sangat baik. Paling tidak hanya dapat akreditasi baik,” ungkap DR Budi Ahmad dari Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah.

Budi Ahmad berada di Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) pada Rabu, (22/1/2020), menghadiri bimbingan teknis penyusunan borang akreditasi Prodi. Kegiatan itu diikuti  sebanyak 150 dosen, ketua Prodi, dekan dan wakil dekan di UMRI.

Dengan peraturan baru itu, Budi Ahmad menilai perjuangan UMRI mendapatkan akreditasi sangat baik tidak mudah. Oleh karenanya, semua pihak harus meningkatkan kinerja. Sehingga dampaknya dilihat oleh BAN-PT.

Dijelaskannya, dengan regulasi baru ini akan ada degredasi nilai akreditasi. Dimana akreditasi yang A tidak dinilai 4 lagi. Nilainya hanya 3,5. Nilai 4 hanya untuk Prodi yang unggul. Sementara Prodi yang akreditasi B, maka bobotnya hanya 2,5.

Untuk itu, Prodi dan Fakultas di UMRI didorong mempersiapkan diri sebaik mungkin. Di antaranya dengan memastikan sembilan kriteria dalam Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPS) masuk dalam rencana strategis.

Sebelumnya, Rektor Umri, DR Mubarak MSi menekankan agar bimbingan teknis ini disusun berdasarkan keunggulan yang dimiliki Universitas. Untuk itu, penyusun borang akreditasi harus mengetahui dulu apa yang menjadi keunggulannya.

selengkapnya ikuti standar akreditasi,UMRI taja bimbingan teknis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *